Lingkaran Survei: Elektabiltas Jokowi Tak Dongkrak Suara PDIP
Demikian dikatakan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adji Alfaraby dalam paparan hasil survei yang digelar pada 12 September-5 Oktober 2013. Hasil survei dengan 1.200 responden menunjukan suara PDIP yang cenderung stabil dibanding survei LSI sebelumnya pada Maret 2013.
Pada survei Maret 2013, PDIP memperoleh dukungan 18,8 persen sedangkan hasil survei Oktober dukungannya 18,7 persen."Elektabilitas PDIP cenderung stabil," kata Adji di kantornya, Jalan Pemuda, Jaktim (20/10/2013).
Hasil ini menurut Adji menunjukkan Jokowi tidak berpengaruh pada elektabilitas PDIP. "Elektabilitas Jokowi tidak mampu dikonversi sebagai elektabilitas partai. Jokowi belum bisa mendongkrak suara PDIP karena asosiasi Jokowi terhadap PDIP masih lemah," tutur Adji.
Dalam surveinya, LSI juga tidak menyertakan Jokowi sebagai capres yang masuk dalam kuesioner karena belum ada keputusan resmi PDIP mencalonkan mantan Wali Kota Solo tersebut.
Megawati dimasukkan dalam survei karena memenuhi syarat indeks capres 2014 yang diformulasikan LSI yakni capres adalah pimpinan partai dan didukung elektabilitas tinggi.
Dua indeks itu yang juga jadi alasan memasukan nama Aburizal Bakrie sebagai capres. Sebab dari survei LSI, Golkar berada di urutan teratas dengan 20,4 persen dan Ical sudah ditetapkan secara resmi sebagai capres berlambang pohon beringin.
Mengenai adanya faksi di internal Golkar yang belum 100 persen menerima pencalonan Ical, Adji menyebut LSI tidak mempertimbangkannya. "Kelompok ini (faksi berbeda pendapat) kecil. Saya kira sulit pencalonan Ical dievaluasi karena dia ketum partai," ujar Adji.
No comments:
Post a Comment